Posted by: permanayoga on: December 22, 2008
Ketika Tuhan menciptakan Wanita pada hari ke enam, DIA lembur pada hari ke enam. Malaikat datang dan bertanya, “Mengapa begitu lama Tuhan?”
Tuhan menjawab, “Sudahkah engkau melihat semua detail yang Saya buat untuk menciptakan mereka(Wanita)?”
“Dua tangan ini harus bisa dibersihkan, tapi bahannya bukan dari plastik, setidaknya terdiri dari banyak bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak di saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua dilakukannya cukup dengan menggunakan dua tangan ini”.
Malaikat itu takjub!
“Hanya dengan dua tangan? Imposible, dan itu model standard”.
“Sudahlah Tuhan, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya.”
“Oh, tidak SAYA akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan favorit SAYA.”
“Oh ya, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari.”
Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan Tuhan itu.
“Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut Tuhan?”
“Yah saya membuatnya lembut, tetapi engkau belum bisa bayangkan kekuatan yang SAYA berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.”
“Dia bisa berfikir? Tanya Malaikat.”
Tuhan menjawab, “Tidak hanya berfikir dia mampu bernegosiasi”
Malaikat menyentuh dagu wanita itu, “Tuhan, ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah dan rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya.”
“Itu bukan lelah dan rapuh, tapi itu adalah air mata, koreksi Tuhan.”
“Untuk apa? Tanya Malaikat.”
Tuhan melanjutkan, “Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan dan kebanggaan.”
“Luar biasa, ENGKAU jenius Tuhan, kata Malaikat”
“ENGKAU memikirkan segala sesuatunya, Wanita ciptaan-Mu ini akan sungguh menajubkan!”
“Ya pasti, Wanita ini akan memiliki kekuatan mempesona laki-laki, dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki. Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri. Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit. Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.”
Kemudian Tuhan masih melanjutkan penjelasannya, “Dia berkorban demi orang yang dicintainya. Mampu berdiri melawan ketidakadilan. Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik. Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya. Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat. Itu semua menunjukkan bahwa Cintanya tanpa syarat.”
“Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang. Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa. Dia begitu bahagia mendengar kelahiran.”
“Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian. Tetapi Dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup. Dia tahu bahwa ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.”
“Hanya ada satu hal yang kurang dari Wanita, Dia lupa betapa berharganya dia”
Wanita sungguh ciptaan Tuhan yang luar biasa, tidak heran jika Wanita dapat menjadi Ibu yang luar biasa…SuperMom…selamat Hari Ibu.
January 12, 2009 at 9:33 am
makane ta yogg… ndang golek.. !
(ngacir ahh..)