Posted by: permanayoga on: February 15, 2009
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Copyright © 2009 PPM Asesmen SDM
Pertanyaan dan informasi hubungi: kpk_im4@ppm-asesmen.com
Call Center (24 jam) : 021- 230 0901, 230 0313 ext. 1232, 1596 dan 2360
Posted by: permanayoga on: February 10, 2009
Who is CHEVRON?
Headquartered in San Ramon, California USA and conducting business in 180 countries, CHEVRON is engaged in every aspect of the oil and natural gas industry, including exploration and production; refining, marketing and transportation; chemicals manufacturing and sales; and power generation.
In Indonesia, Chevron is working in partnership with BP Migas (Executive for Upstream Oil and Gas Business Activities) for its exploration & Production business and Pertamina for the Geothermal and power business and has long been recognized as a significant oil and gas producer and geothermal and power provider.
Why work in CHEVRON? 
- Global scope of operations promotes global career
- 125 years of history yet strong future growth
- State of the art technology
– World class experts
– Large queue of exciting projects
- Reputation for solid business result
- Strong ethics
- Diversity is a core value
To sustain profitable growth and build the organization capability, CHEVRON in Indonesia is now searching for fresh graduates Indonesian Nationals who process relevant educational background, technical and behavior competencies to join the company in the following opportunities:
S1 or Above
1. Earth Scientist
- From background Geology & Geophysics
2. Petroleum Engineering
Requirement:
- From background Petroleum Engineering and Chemical Engineering
3. Facility Engineer
Requirement:
– From background Electrical Engineering and Chemical Engineering
4. Drilling Engineer & Completion Engineering
Requirement:
- From background Mechanical Engineering, Chemical Engineering & Petroleum Engineering
5. HES Engineering
Requirement:
- From background Environmental Engineering and hygiene (K3)
6. IT Engineering
Requirement:
– From background Information Technology and Computer Engineering
7. Counsel
Requirement:
- From background Law (S2)
D3
1. Operator
Requirement:
- From background Mechanical Engineering, Electrical Engineering, Instrumentation and Chemical Engineering
2. IT Analyst
Requirement:
- From background Telecommunication Engineering
General Requirement:
- GPA minimum 3.00 (S1)
- GPA minimum 2.75 (D3)
- Years of Graduation on 2006 – July 31, 2009
- Years of experience less than 4 years
- Good Communication of English
- Willing to relocated to CHEVRON area of operations (West Java/Sumatera/ East Kalimantan)
- Desiring to work in a multicultural and diverse organization
If you are interested:
1. Please APPLY online. Procedure on line click: www.pcd.itb. ac.id.
2. Application Dateline Tuesday, February 17, 2009 24.00 (midnight) at the latest
3. Company Presentation/ Selection Test :
February 23 – 25, 2008 (Tentative)
Posted by: permanayoga on: January 15, 2009
Sepulang dari berenang Sabtu pagi beberapa minggu lalu saya dan teman-teman sebut saja Si Ubie, Si Popok dan Si Adniw mampir disebuah warung makan di depan salah satu kampus swasta di Malang. Yah…cukup kenyang setelah menikmati ikan kakap goreng tanpa tulang…nyam…nyam…nyam. Setelah itu akan melanjutkan rute ke kampus tercinta, tapi pas keluar dari warung…seketika…breesss…hujan lebat mengguyur sejuknya udara pagi. Berharap ada berkah dengan turunnya hujan…hiks…tapi ga bisa pulang karena tidak ada jas hujan di motor teman kosku (Si Eibor) yang saya pinjam (alias ta bawa kabur…hihi). Akhirnya Si Popok dan Si Adniw pulang duluan, tinggal saya berdua sama Si Ubie…hiks…kapok.
Tiba-tiba kami di ajak ngobrol dengan seorang bapak sebut saja namanya Pak Nganad (PN), kayaknya sih yang punya warung.
PN : Masih deres mas…rumahnya dimana?
Saya : Di Jl. Semanggi daerah Soekarno-Hatta pak, klo tmn saya ini Si Ubie di MT. Haryono, kami nge-kos koq pak. (bangganya jadi anak kos…hehe)
PN : Oh…ya…ya, klo saya di Borobudur mas, sebelum photo pantai itu ada jalan belok kiri.
Saya : Mmm…disitu…(tapi dengan tampang sok tau…hehe)
PN : Wah hujan deres gini mas…padahal ada pembagian jatah di Semeru sore nanti, ga tau gmn nanti klo hujan gini.
Saya : Loh…oh gt (sejenak mikir keindahan gunung Semeru), oh di semeru lagi ada acara apa ya pak?
PN : Itu loh mas…pasar minggu khan pindah di Semeru (Jl. Semeru).
Saya : Oh iyo seh (dalam hati), oh nanti sore ya pak pembagian jatah stan-stannya, bukannya tadi pagi sudah ada (hari sabtu)
PN : Skrg ga mas cuma Minggu aja…tapi ga tau lg klo hujan smpe sore, tapi ruwet mas sekarang.
Saya : Loh knapa pak? (sok perhatian)
PN : Gini loh mas, dulu memang namanya pasar tugu (pasar Sabu-Minggu) tapi sekarang cuma hari Minggu saja, soalnya 60% dari para pedagang yang ada adalah PNS (Pegawai Negeri Sipil). Jadi kalau hari Sabtu tidak semua PNS libur akibatnya pasar pada hari Sabtu lebih sedikit yang jualan, bisa jd tambah sepi.
Saya : Oh…(Weww…60% PNS). Mmm…begitu ya Pak…(baru tahu…), loh memang dari dulu begitu atau bagaimana Pak?
PN : Begini mas…para pedagang di Pasar Minggu tuh ada paguyupannya.
Saya : Oh…wah enak donk Pak, jadi sudah terkoordinir dengan tertip.
PN : Kata siapa mas…!?!?
Saya : Loh kenapa Pak?
PN : Mas… Pasar Minggu itu diadakan karena termasuk dalam program kerja Dinas Pariwisata Malang, tapi disis lain Pemkot Malang yang berhak mengelola lokasi yang dapat digunakan sebagai tempat Pasar Minggu. Nah…sekarang coba sampeyan (anda) pikir kira-kira apa alasannya kok tiba-tiba sekarang lokasinya dipindah dari Rampal ke Jl. Semeru lagi?
Saya : Memang kenapa Pak? (kepanasan mungkin Pak di Rampal…dalam hati saya)
PN : Nah itu karena Pemkot tidak dapat pemasukan apa-apa kalau Pasar Minggu diadakan di Rampal, sebab Komplek Rampal itu dikelola sendiri oleh kawasan Militer, jadi paguyupan ya bayar sewanya ke pengelola bukan ke Pemkot. Nah makannya sekarang di pindah lagi ke Jl. Semeru, ya…biar dapat pemasukan mas.
Saya : Loh padahal dulu khan sebelum di Rampal juga diadakan di Jl. Semeru?
PN : Nah itu masalahnya gini mas, pada waktu itu warga Jl. Semeru dan sekitarnya komplain (protes) kepada Pemkot karena kegiatan Pasar Minggu yang dulu tidak tertib untuk masalah menjaga kebersihan, menjaga taman rumah warga dan keamanan. Nah setelah itu Pemkot sempat memutuskan pindah ke Simpang Balapan (Jl. Ijen), tapi kenyataannya sama. Pemkot menerima komplain dari warga (Jl. Ijen) yang notabene pemukiman para pejabat Malang.
Saya : (hanya terdiam begitu juga dengan Si Ubie…layaknya mendengarkan Pak Nganad sedang berorasi)
PN : Nah kalau sudah seperti itu ya biasa mas…Pemkot ga bisa apa-apa, makannya kemudian Pasar Minggu dipindah ke Rampal, mungkin pertimbangannya biar lebih tertib. Eh…ternyata malah Pemkot ga dapat pemasukan, ya akhirnya dipindah lagi dech…
Saya : Loh khan sudah ada paguyupan dan dukungan dari Dinas Pariwisata? Kok para pedagang masih saja kurang tertib?
PN : Begini mas, yang terkait dalam kegiatan Pasar Minggu itu bukan hanya pedagang dalam paguyuban, tetapi masih ada pedagang laen yang belum masuk dalam paguyuban (misalnya pedagang kaki lima), Dinas Pariwisata dan pengunjung (pembeli/konsumen). Nah tiga pihak ini sangat sulit sekali berkordinasi dengan paguyuban, misal para PKL yang tidak menyediakan tempat sampah atau kerdus kosong untuk pembuangan sampah dagangannya dan kurang menjaga kerapian taman warga, dan Dinas Pariwisata yang tidak mau tau mengenai pengelolaan kegiatan Pasar Minggu (yang penting Pasar Minggu ada sebagai daya tarik kota Malang), kemudian para pembeli yang kurang sadar akan kebersihan dan kerapian taman warga juga. Nah dari tiga kasus itu yang terkena dampaknya ya paguyupan sendiri mas. Upaya yang dilakukan paguyuban antara lain: untuk kebersihan, menghimbau kepada semua pedagang dalam paguyuban atau tidak agar menyediakan tempat sampat atau minimal kardus kosong pada setiap stan dagangannya. Untuk menjaga taman, menghimbau kepada setiap pedagang untuk tidak berjualan sampai taman warga.
Saya : (masih tetap terdiam begitu juga Si Ubie)
PN : Padahal paguyuban sudah menghimbau seperti itu masih ada saja masalah lainnya, yaitu para pemulung mas.
Saya : Kenapa para pemulung Pak?
PN : Itu loh mas, jd setelah para pedagang bersih-bersih setelah berdagang khan sampah sudah terkumpul pada bak sampah atau kerdus pada stan masing-masing, tapi setelah beberapa saat sebelum sampah diambil petugas kebersihan, para pemulung mulai beraksi yaitu mengambil kardus tempat sampahnya. Jadi ya sampahnya ditumplek terus kardusnya diambil, lah…kalau sudah begitu khan sampahnya jd tercecer lagi dan yang disalahkan ya lagi-lagi paguyuban mas…ckckck. Nah dengan kondisi seperti itu Pemkot dan Dinas Pariwisata tidak mau tau mas, Pemkot taunya paguyupan harus tanggung jawab dan tetap membayar pajak dan sementara Dinas Pariwisata tidak bisa berbuat apa-apa kalau sudah berurusan dengan Pemkot, padahal Dinas Pariwisata seharusnya yang menaungi kegiatan Pasar Minggu dan Paguyuban. Belum lagi kalau ditambah masalah pengunjung yang membuang sampah sembarangan, wah…wah…sebenarnya paguyuban sendiri juga sangat menyayangkan sikap pengunjung seperti itu, bukan kerena paguyuban yang membayar dendanya tetapi dengan mempertimbangkan nasib keberadaan Pasar Minggu kedepan, kalau begini terus ya paguyupan juga tidak kuat dan bisa-bisa pedagang dalam paguyuban bisa lepas satu persatu alias bangkrut. Terus Pasar Minggu bisa-bisa ya punah mas.
Saya : Wah seperti itu toh masalahnya Pak…ya menurut saya sikap Pemkot dan Dinas Pariwisata sangat tidak adil terutama dampak bagi paguyuban. Terlebih-lebih Dinas Pariwisata sebagai yang menaungi kegiatan Pasar Minggu sebagai salah satu ikon wisata kota Malang harus dapat berkoordinasi dengan Pemkot. Dan memang kita sebagai pengunjung harus senantiasa turut menjaga kebersihan dan kerapian kota. Sebagai solusi bagaimana jika paguyuban kembali berkoordinasi dengan pihak Dinas Pariwisata dan Pemkot untuk membicarakan masalah ini, jika pemerintah kota Malang tidak mau di cap hanya meminta pemasukan pajak dan uang parkir yang melimpah (yang sempat juga dijelaskan oleh Pak Nganad). Nah bagian besar dari paguyuban merupakan PNS, jadi seharusnya tidak sedikit para pedagang yang mengerti prosedur untuk berkoordinasi dengan Pemerintah kota Malang sekaligus mencari celah agar masalah ini dapat ditemukan solusinya.
PN : Ya…ya…mas…kita semua juga berharap seperti itu, tapi mengingat kolotnya sikap Dinas Pariwisata dan Pemkot menjadikan kami pesimis untuk membahas masalah itu.
Saya : Mudah-mudahan dengan solidnya paguyuban dalam menyampaikan pendapat atau aspirasi, saya yakin Pemerintah yang kolot bakal mau mendengar.(sok meyakinkan Pak Nganad…padahal masih sangat jengkel mendengar informasi sikap Pemerintah yang kolot). Saya sendiri dan teman-teman juga harus turut menjaga kelestarian Pasar Minggu, terutama masalah kebersihan, ketertiban dan kerapian taman kota (wah jadi beban kayaknya…hihi).
Baiklah Pak saya pamit pulang dulu, hujan sudah reda.
PN : Oh monggo (silahkan) mas.
Akhirnya Saya dan Si Ubie pulang menuju kos masing-masing dan batal ke kampus karena dijalan tiba-tiba hujan kembali lebat dan kami basah kuyub. Sambil terlintas pikiran dibenak saya, ”wah hujan bakal lama nich….trus pembagian stan Pasar Minggu gimana yach…?” (Hehe…sok perhatian)
Posted by: permanayoga on: December 22, 2008
Ketika Tuhan menciptakan Wanita pada hari ke enam, DIA lembur pada hari ke enam. Malaikat datang dan bertanya, “Mengapa begitu lama Tuhan?”
Tuhan menjawab, “Sudahkah engkau melihat semua detail yang Saya buat untuk menciptakan mereka(Wanita)?”
“Dua tangan ini harus bisa dibersihkan, tapi bahannya bukan dari plastik, setidaknya terdiri dari banyak bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak di saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua dilakukannya cukup dengan menggunakan dua tangan ini”.
Malaikat itu takjub!
“Hanya dengan dua tangan? Imposible, dan itu model standard”.
“Sudahlah Tuhan, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya.”
“Oh, tidak SAYA akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan favorit SAYA.”
“Oh ya, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari.”
Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan Tuhan itu.
“Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut Tuhan?”
“Yah saya membuatnya lembut, tetapi engkau belum bisa bayangkan kekuatan yang SAYA berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.”
“Dia bisa berfikir? Tanya Malaikat.”
Tuhan menjawab, “Tidak hanya berfikir dia mampu bernegosiasi”
Malaikat menyentuh dagu wanita itu, “Tuhan, ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah dan rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya.”
“Itu bukan lelah dan rapuh, tapi itu adalah air mata, koreksi Tuhan.”
“Untuk apa? Tanya Malaikat.”
Tuhan melanjutkan, “Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan dan kebanggaan.”
“Luar biasa, ENGKAU jenius Tuhan, kata Malaikat”
“ENGKAU memikirkan segala sesuatunya, Wanita ciptaan-Mu ini akan sungguh menajubkan!”
“Ya pasti, Wanita ini akan memiliki kekuatan mempesona laki-laki, dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki. Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri. Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit. Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.”
Kemudian Tuhan masih melanjutkan penjelasannya, “Dia berkorban demi orang yang dicintainya. Mampu berdiri melawan ketidakadilan. Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik. Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya. Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat. Itu semua menunjukkan bahwa Cintanya tanpa syarat.”
“Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang. Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa. Dia begitu bahagia mendengar kelahiran.”
“Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian. Tetapi Dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup. Dia tahu bahwa ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.”
“Hanya ada satu hal yang kurang dari Wanita, Dia lupa betapa berharganya dia”
Wanita sungguh ciptaan Tuhan yang luar biasa, tidak heran jika Wanita dapat menjadi Ibu yang luar biasa…SuperMom…selamat Hari Ibu.
Posted by: permanayoga on: December 11, 2008
Panitia CLASSICAL “With Care To Share” mengadakan acara pentas seni yang berkonsep amal digelar di lapangan SMAN 16 Surabaya pada tanggal 13 Desember 2008, pkl 8:00 s/d 17:00WIB.
Untuk menyukseskan program With Care To Share, kami membuka penyaluran donasi ke rek. BCA di no. Rek. 822 042 7812 a.n. Fitri Purwandani.
Diharapkan kepada para anda agar dapat berpartisipasi. Karena dana yang kami terima bukan untuk operasional kegiatan, melainkan akan langsung disalurkan kepada Surabaya Positif Community, sebuah LSM yang menangani orang-orang dengan HIV/AIDS.
Terima kasih atas perhatiannya.
Salam With Care To Share!
a/n Panitia
Yanuar Pribadie
Posted by: permanayoga on: December 3, 2008
Berbagai macam cerita yang pernah saya dengar dan baca, serta tidak sedikit yang dapat diambil hikmah. Meskipun sepintas teringat di pikiran saya. Baiklah, sambil mengingat-ingat sambil diketik. Cerita lagi deh…
Ada seorang gadis kecil sebut saja namanya Asinna (nama yang aneh…pengen nama yang unik sih). Suatu hari Asinna diajak ayahnya berjalan-jalan. Di tengah perjalanan, mereka harus melalui sebuah jembatan kecil di atas sebuah sungai.
Ayah Asinna sedikit khawatir. Ia berkata pada Asinna, “Asinna, ayo genggam tangan Papa. Biar kamu tidak jatuh ke sungai.”
“Tidak,” tolak Asinna. “Seharusnya, Papa yang menggenggam tanganku”.
“Lho, memang ap
a bedanya?” tanya ayahnya bingung.
“Berbeda sekali, Papa. Jika aku yang menggenggam tangan Papa dan terjadi sesuatu pada diriku, bisa saja genggamanku terlepas. Tapi, jika Papa yang menggenggam tanganku, apapun yang terjadi, aku yakin Papa tidak akan melepaskan genggaman Papa padaku,” jawab Asinna.
Ayah Asinna sangat terkejut mendengar jawaban dari anaknya. Setelah dipikirkan kembali, ia merasa apa yang dikatakan oleh anaknya sangat benar. Jadi, ia menggenggam tangan anaknya dengan penuh kasih untuk menyeberangi jembatan itu.
Apa arti cerita ini?
Wah, apa ya? Mmm…Kepercayaan tidak sekedar mengikatkan diri satu sama lain. Namun, kepercayaan harus bisa saling mempersatukan. Jadi, genggamlah tangan orang yang kita sayangi, daripada mengharapkan orang itu menggenggam tangan kita.
Posted by: permanayoga on: December 2, 2008
Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup. Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.
“Tuhan,” katanya. “Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?”
Jawaban Tuhan sangat mengejutkan, “Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?”.
“Ya,” jawab pria itu.
“Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik. Aku memberi keduanya cahaya, memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi, daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun. Tapi Aku tidak menyerah.”
“Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak, tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu. Tapi Aku tidak menyerah.” 
“Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu. Tapi Aku tidak menyerah.”
“Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu. Aku tidak menyerah,” kataNya.
“Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil. Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna. Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki. Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun. Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.
“Aku tak akan memberi ujian yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku,” kata Tuhan kepada pria itu.
“Tahukah kamu, anak-Ku, di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini, kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?”
“Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu.”
“Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain,” kata Tuhan.
“Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah.”
“Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi.”
“Saya akan menjulang setinggi apa ?” tanya pria itu.
“Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?” tanya Tuhan
“Setinggi yang bisa dicapainya,” jawab pria itu.
“Ya, benar! Agungkan dan muliakan nama-Ku dengan menjadi yang terbaik, meraih yang tertinggi sesuai kemampuanmu,” kata Tuhan.
Pria itu lalu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidup yang berharga ini.
Posted by: permanayoga on: November 20, 2008
Mengapa kita membaca Al-Qur’an meskipun kita tidak mengerti satupun artinya?
Ada suatu cerita:
Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Al-Qur’an di meja makan di dapurnya.
Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucunya bertanya, “Kakek! Aku mencoba untuk membaca Al-Qur’an seperti yang kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Al-Qur’an?
Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan keranjang batubara di tungku pemanas sambil berkata, “Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.” Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.
Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi,” Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tersebut untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakeknya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah bolong, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya.
Sang kakek berkata, “Aku tidak mau satu ember air, aku hanya mau satu keranjang air. Ayolah, usaha kamu kurang cukup,” maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakeknya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.
Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, “Lihat Kek, percuma!” “Jadi kamu pikir percuma?” Kakek berkata, “Lihatlah keranjangnya.”
Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam.
“Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Al-Qur’an. Jika kamu belum bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membacanya lagi, kamu akan berubah, didalam dan diluar dirimu.
Bagaimana Jika Memahami Setelah Membaca?
Posted by: permanayoga on: November 20, 2008
Hukum Pygmalion – Hukum Berpikir Positif
Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus.Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya. Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.
-Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, “Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini.”
-Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, “Kikir betul orang itu.” Tetapi Pygmalion berkata, “Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu”.
-Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, “Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya.”
Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain, sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.
Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik. Kawan-kawan Pygmalion berkata, “Ah,sebagus- bagusnya patung, itu Cuma patung, bukan isterimu.” Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya. Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion, yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul.
Begitulah,Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani. Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.
Misalnya,
-Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.
-Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.
-Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.
Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif. Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.
-Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.
-Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.
Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain.
Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain. Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain. Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk, kita akan menjadi curiga, “Barangkali ia sedang mencoba membujuk,” atau kita mengomel, “Ah, hadiahnya cuma barang murah.” Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, “Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita.”
Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai. Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.
Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan. Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah.
Posted by: permanayoga on: November 19, 2008
Aluminium Chlorhydraat, merupakan bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam deodorant.
Menurut informasi, Aluminium Chlorhydraat terdapat dalam beberapa merk deodorant [Nivea Deodorant sensitive without alcohol dan juga dalam Dove Deodorant Silk Dry (tutup emas)], tidak didalam Dove fresh touch.
Informasi yang diperoleh dari seminar tentang kanker payudara. Waktu session tanya-jawab, ada suatu pertanyaan tentang mengapa bagian ketiak adalah tempat dimana paling sering perkembangan kanker payudara terjadi.
Waktu itu pertanyaan tersebut sempat tidak bisa dijawab. Tetapi selang beberapa waktu, jawaban atas pertanyaan tersebut dikirim melalui pos. Keterangan atau jawaban tersebut merupakan informasi sangat penting untuk kita perhatikan.
Penyebab utama untuk kanker payudara adalah karena pemakaian produk-produk anti-transpiranten (anti keringat).
Kebanyakan produk yang ada dipasaran merupakan kombinasi dari anti-keringat dan deodorant. Produk Deodorant sendiri tidak berbahaya.
Mohon periksa bahan2 apa saja yang tertera dikemasan produk-produk deodorant anti-keringat anda dirumah. Bila mereka mengandung Aluminium Chlorhydraat, maka itu sangat berbahaya. Coba menggunakan merk-merk lain yang tidak mengandung bahan Aluminium Chlorhydraat ini.
Alasannya adalah sederhana:
Hanya beberapa bagian dari tubuh kita yang dapat mengeleminasi zat-zat racun, yaitu bagian belakang lutut, belakang kuping, diantara kaki dan ketiak. Zat-zat racun ini dikeluarkan dalam bentuk keringat. Produk-produk anti-keringat mencegah keringat keluar. Dengan menggunakan deodorant anti-keringat, zat-zat racun tadi tidak bisa dikeluarkan dari dalam tubuh, melainkan tertumpuk di kelenjar getah bening dibawah lengan. Asal kanker payudara kebanyakan ditemukan di area bagian atas payudara.
Laki-laki tidak sepeka wanita terhadap type penyakit ini. Meskipun laki-laki menggunakan produk-produk anti-keringat, bahan-bahan produk ini biasanya tinggal melekat dipermukaan ketiak dan tidak langsung masuk kedalam kulit. Kaum wanita yang setelah mencukur rambut ketiak langsung menggunakan produk anti-keringat lebih banyak risikonya, karena lewat luka-luka kecil yg mungkin terjadi akibat mencukur rambut ketiak tersebut, bahan-bahan kimia yang ada dalam produk anti-keringat bisa lebih cepat masuk kedalam tubuh.
Recent Comments